Novia's Blog

Do the best for your life

Metode Pengambilan Data 29 Maret 2011

Filed under: Bahasa Indonesia — novia @ 3:34 am

1.  Wawancara

a. Pengertian Wawancara

Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden) atau berhadapan muka pada orang tersebut (face to face).

b. Jenis Wawancara

1. Wawancara tidak terpimpin (Non Directive or Unguided Interview)

2. Wawancara terpimpin (Structured or Interview)

3. Wawancara bebas terpimpin

4. Free talk dan diskusi

5. Teknik wawancara

 

c. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Wawancara

Kelebihan

- Metode ini cukup tidak akan mengalami kesulitan meskipun respondennya buta huruf sekalipun

- Metode wawancara dapat dipakai sebagai verifikasi data terhadap data yang diperoleh melaui cara observasi ataupun angket

- Merupakan suatu teknik yang efektif untuk menggali gejala-gejala psychis

- Metode ini sangat cocok untuk dipergunakan di dalam pengumpulan data-data sosial

 

Kekurangan

- Kurang efisien, karena memboroskan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya

- Diperlukan adanya keahlian/penguasaan bahasa dari interviewer

- Memberi kemungkinan interviewer dengan sengaja memutarbalikkan jawaban (memalsukan jawaban)

- Apabila interviewer dengan interview mempunyai perbedaan yang sangat mencolok, sulit untuk mengadakan rapport sehingga data yang diperoleh kurang akurat

- Jalannya interview sangat dipengaruhi oleh keadaan situasi kondisi sekitar

 

2.  Observasi

a. Pengertian Observasi / pengamatan

Dalam penelitian, pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana, yang antara lain meliputi melihat dan mencatat jumlah dan taraf aktivitas tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Adapun beberapa jenis pengamatan adalah sebagai berikut :

- Pengamatan terlibat (Observasi Partisipatif)

- Pengamatan sistematis

- Observasi eksperimental

 

b. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Pengamatan

Kelebihan :

- Merupakan cara pengumpulan data yang murah, mudah dan langsung.

- Tidak terlalu mengganggu pada sasaran pengamatan

- Banyak gejala-gejala psychis yang penting yang tidak atau sukar diperoleh dengan teknik angket ataupun interview, tetapi dengan metode ini mudah diperoleh.

- Dimungkinkan diadakannya pencatatan secara serempak kepada sarana pengamatan yang lebih banyak.

 

Kekurangan :

- Banyak peristiwa tertentu yang tidak dapat diamati

- Sering memerlukan waktu yang lama

- Sering subjektifitas dari observer tidak dapat dihindari

 

c. Alat Observasi

- Check list

- Skala penilaian (Rating Scale)

- Daftar riwayat kelakuan

- Alat-alat mekanik

 

3.  Kuisioner

Data yang diungkap dalam penelitian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: fakta, pendapat, dan kemampuan. Untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti, digunakan tes. Perlu kita pahami bahwa yang dapat dikenai tes bukan hanya manusia. Mesin mobil jika akan diketahui masih baik atau tidak, data kemampuannya seberapa, juga dites dengan alat tertentu. Untuk manusia, instrumen yang berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi.

Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Kuesioner atau angket memang mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpul data. Memang kuesioner baik, asal cara dan pengadaannya mengikuti persyaratan yang telah digariskan dalam penelitian. Sebelum kuesioner disusun, maka harus dilalui prosedur.

1.       Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.

2.       Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.

3.       Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.

4.       Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.

Penentuan sampel sebagai responden kuesioner perlu mendapat perhatian pula. Apabila salah menentukan sampel, informasi yang kita butuhkan barangkali tidak kita peroleh secara maksimal. Kita ambil contoh, kita ingin mengetahui daya tarik orang terhadap kuesioner. Maka kita mengirimkan ribuan kuesioner kepada responden secara acak melalui buku telepon dan meminta mereka untuk mengembalikan lewat pos berlangganan, jadi responden tidak perlu membeli perangko. Hasilnya dapat ditebak, yaitu bahwa semua responden akan suka dengan kuesioner. Mengapa? Tentu saja, responden yang tidak suka dengan kuesioner akan membuang kuesioner ke tempat sampah atau dijadikan bungkus kacang.

 

a.  Keuntungan kuisioner

1.       Tingkat kematangan responden.

2.       Tingkat subjektivitas item yang menyebabkan responden enggan memberikan jawaban (misalnya gaji untuk pria dan umur untuk wanita).

3.       Kemungkinan tentang banyaknya angket.

4.       Prosedur (teknik) yang akan diambil pada waktu menganalisis data.

 

b. Kelemahan Kuisoner

1.       Sukar ditelusuri apabila ada kekurangan pengisian yang disebabkan karena responden kurang memahami maksud item.

2.       Tidak mungkin mengadakan analisis lebih lanjut apabila peneliti ingin memecah kelompok berdasarkan karakteristik yang diperlukan.

 

 

sumber:

http://rizqialextoramadhan.wordpress.com/2011/03/17/pentingnya-metode-pengumpulan-data/

http://ilmucomputer2.blogspot.com/2009/10/mengetahui-cara-pengambilan-data-dengan.html

About these ads
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.