Novia's Blog

Do the best for your life

Software Untuk Pengujian 3 Juni 2012

Filed under: Uncategorized — novia @ 3:14 pm

Definisi Pengujian perangkat lunak  menurut para ahli antara lain

A.  Menurut Myers (1979)

Proses menjalankan program dengan maksud menemukan kesalahan.

B. Menurut IEEE (1990) :

  • Proses sistem operasi atau komponen menurut kondisi tertentu, pengamatan atau pencatatan hasil dan mengevaluasi beberapa aspek sistem atau komponen.
  • Proses analisis item PL untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan yang diinginkan dan mengevaluasi fitur item PL

C. Definisi lanjut

Proses formal yang ditentukan oleh tim pengujian yang meliputi unit PL, beberapa unit PL terintegrasi atau seluruh package PL yang ditentukan oleh program yang berjalan di komputer. Seluruh tes saling terkait dan adanya prosedur pengujian dan kasus pengujian.

Tujuan Pengujian Perangkat Lunak

a.) Tujuan langsung

  • Identifikasi dan menemukan beberapa kesalahan yang mungkin ada dalam PL yang diuji
  •  Setelah PL dibetulkan, diidentifikasi lagi kesalahan dan dites ulang untuk menjamin kualitas level penerimaan
  •  Membentuk tes yang efisien dan efektif dengan anggaran dan jadwal yang terbatas

b.) Tujuan tidak langsung

  • Mengumpulkan daftar kesalahan untuk digunakan dalam daftar pencegahan kesalahan (tindakan corrective dan preventive)

Berikut ini adalah software yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian  terhadap beberapa aplikasi :

1. Crystal REVS for C++.

suatu software yang dapat menghitung cyclometic complexity terhadap suatu kode program berbasis bahasa C/C++. Nama software-nya adalah Crystal REVS for C++.

Crystal REVS for C++ adalah suatu software yang menguji kode program yang menggunakan bahasa C++/C dengan menghasilkan flow chart dan mengitung cyclomatic complexity dari kode program tersebut berdasarkan Complexity Measure dari McCabe. Crystal REVS for C++ terintergrasi dengan beberapa fungsi seperti Flowacharts, Rich Tree, DataFlow, Dokumentasi dengan bentuk HTML, Auto-formatting, Tokes Panel, Comment Panel pada satu tools.

Dengan menggunakan software ini, kita dapat meng-explore source code, mengetahui flowchart untuk memahami alur logic dan fungsi kode program, dan mengetahui besarnya cyclomatic complexity sehingga kita dapat menarik kesimpulan mengenai kode program yang telah kita buat, apakah memiliki readability, yang artinya kode program yang telah kita buat mudah dibaca dan kita bisa focus pada logic program yang telah kita buat. Jika tidak, maka sebaiknya kita mereview kembali kode program yang telah kita buat.

2.  AutoIt

AutoIt adalah interpreter yang freeware, merupakan alternatif dari ScriptIt yang merupakan bawaan dari Windows NT. ScriptIt digunakan untuk membuat script batch yang digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan administrator di lingkungan Windows NT.

Prinsip kerja dari ScriptIt dan AutoIt sangat sederhana. Kita cukup menuliskan urutan pekerjaan pada saat melakukan uji pada suatu program. Pertama kali jalankan aplikasi, kemudian setelah aplikasi ditampilkan, maka lakukan pemasukan data, setelah itu tekan kunci <enter> atau <tab>, terus sampai dengan selesai. Langkah-langkah pengujian program cukup dituliskan ke dalam file teks. Tentu saja sebelumnya kita harus menjalankan program aplikasi, kemudian setiap langkahnya kita tuliskan ke dalam notepad.

Setelah kita memiliki file yang berisi script untuk menjalankan program tersebut. Hal yang harus dilakukan adalah memerintahkan AutoIt untuk menjalankan file script tersebut. Dan, sim sala bim, komputer langsung menjalankan semua urutan perintah tersebut.

AutoIt merupakan software yang khusus dikembangkan untuk melakukan otomasi. Tetapi penggunaannya bisa dikembangkan untuk membuat program yang digunakan untuk melakukan pengujian software yang diotomasi. Penguji tidak perlu lagi melakukan proses pengujian secara manual, dengan menjalankan program, memasukkan data, klik tombol a, tombol b, klik menu a, atau menu b. Semuanya bisa dimasukkan ke dalam file. Penguji bisa juga melakukan penjadwalan kepada komputer, untuk menjalankan file script yang berisi urutan kita melakukan pengujian program.

Dan ternyata, sebenarnya fasilitas otomasi program di lingkungan Windows NT ini sudah ada sejak 1998. AutoIt merupakan software baru beberapa tahun. Tetapi tetap dikembangkan, sedangkan ScriptIt sudah tidak dikembangkan.

Selain AutoIt ada juga KixTart dan AutoHotKey. KixTart merupakan careware, semacam shareware, tetapi dana yang diperolehnya langsung disalurkan kepada yayasan-yayasan yang telah bekerjasama dengan KixTart. AutHotKey merupakan software yang opensource dengan lisensi GPL. Kompatibel juga dengan AutoIt.

Micsoroft sendiri lebih fokus pengembangan kepada bahasa scripting sendiri. Windows Scripting Host (WSH) telah mulai ditinggalkan, dan digantikan dengan PowerShell. Untuk mendapatkan PowerShell, kita harus memiliki Windows yang legal terlebih dahulu.

Prinsip kerja dari semua program untuk otomasi ini menggunakan ActiveX dan COM, agar bisa melakukan komunikasi dengan sistem Windows.

Untuk kebutuhan proses otomasi, kita harus dapat mengidentifikasi objek-objek yang ada dalam suatu form aplikasi. Untuk mengidentifikasi ini, ternyata sudah disediakan oleh Microsoft bersamaan dengan Visual C++-nya, yaitu program Spy++. Selain Spy++, ada juga Winspector Spy, WinInfo, dan AutoIt Windows Info.

Untuk pemrogram Delphi, ternyata sudah ada librari yang bisa digunakan untuk membuat program otomasi, yaitu AutomX, yang berlisensi freeware. Setiap pengguna harus melakukan registrasi untuk menggunakannya sebagai yang terdaftar.

3.  BufferZone
Tahukah kamu, bahwa selain antivirus, kita masih memiliki strategi cadangan untuk mengamankan perangkat komputer dan aset data kita? Sistem sandbox adalah jawabannya.
Jika sebelumnya kita pernah mengenal Sandbox yang berbayar, sekarang kami kabarkan kehadiran perangkat lunak serupa yang sampai saat artikel ini ditulis masih bersifat freeware, yaitu BufferZone keluaran Trustware (www.trustware.com).

Saat diinstal, BufferZone akan membentuk lingkungan virtual yang terisolasi di direktori C:\Virtual yang akan menampung segala macam berkas yang terhubung atau diterima dari lingkungan luar (jaringan lokal, internet, maupun media simpan portabel). Kita lihat, pada gambar bahwa drive DVD-ROM dan USB Flashdisk juga terproteksi oleh BufferZone.

Secara default (bawaan), BufferZone akan aktif setiapkali sistem operasi Windows dijalankan.Namun, tentu saja kita dapat mengaturnya menjadi lain melalui menu Start > Run, ketik msconfig dan tekan Enter, lalu hilangkan tanda cek pada daemon BufferZone dalam tab StartUp, klik tombol Apply dan OK.

Jadi, kita juga dapat menguji sebuah software yang belum tentu aman di dengan mengarahkan direktori instalasinya pada C:\Virtual\Untrusted\C_\Program Files. Jika sebelum instalasi pengujian software tersebut BufferZone sudah dijalankan, secara otomatis instalasi software baru akan diletakkan pada direktori virtual tersebut. Lingkungan virtual tersebut dapat dihapus dan dibentuk kembali dengan mudah. Tentu saja, jika di dalamnya tertempel malware, akan ikut terhapus.

Secara default (bawaan), BufferZone akan mendeteksi aplikasi-aplikasi yang rentan menjadi jalan masuk malware, misalnya web browser, instant messenger, aplikasi e-banking, e-mail,  dan memasukkannya ke dalam lingkungan virtual. Namun, kita dapat menambahkan atau mengeluarkan aplikasi dari/ke dalam lingkungan virtual. Caranya, klik ikon BufferZone pada taskbar Window, lalu buka tab Summary dan klik link teks Edit BufferZone Programs.

Tab Policy mencakup pengaturan tingkat proteksi, termasuk terhadap media simpan dan drive eksternal.

Tab Firewall mampu menambahkan alamat port yang diijinkan untuk digunakan oleh aplikasi.

sumber :

 http://blog.unsri.ac.id/aswin/pengujian-perangkat-lunak/software-penghitung-cyclometic-complexity-/mrdetail/298/

http://betha.wordpress.com/2007/06/21/software-untuk-otomasi-program-dan-otomasi-pengujian/

http://renegardpahinsa.blogspot.com/2010/05/definisi-pengujian-perangkat-lunak-pl.html

http://www.tabloidpcplus.com/2011/09/tutorial/tutorial-software/sandbox-strategi-pertahanan-kedua-setelah-antivirus/

 

IT Forensik 7 Mei 2012

Filed under: Etika dan Profesionalisme TSI,Tugas Softskill — novia @ 7:05 am

what , why , when , whom

What(Apa yang dimaksud IT Forensik)

Berikut ini adalah beberapa definisi dari IT Forensik :

  1. Penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
  2.  Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
  3.  Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
  4. Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan.

WHY ( Mengapa IT Forensik dibutuhkan)

Penggunaan IT Forensik memiliki beberapa tujuan antara lain :

  • Mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum.
  • Mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Komputer fraud : kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.
    2. Komputer crime: kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.

Sedangkan alasan menggunakan IT Forensik antara lain :

  • Dalam kasus hukum, teknik komputer forensik sering digunakan untuk menganalisis sistem komputer milik terdakwa (dalam kasus pidana) atau milik penggugat (dalam kasus perdata).
  • Untuk memulihkan data jika terjadi kegagalan atau kesalahanhardware atau software.
  • Untuk menganalisa sebuah sistem komputer setelah terjadi perampokan, misalnya untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan apa yang penyerang itu lakukan.
  • Untuk mengumpulkan bukti untuk melawan seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh organisasi.
  • Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimasi kinerja, ataureverse-engineering(more…)
 

Peraturan dan Regulasi II (UU Hak Cipta, Komunikasi dan UUITE) 5 Mei 2012

Filed under: Etika dan Profesionalisme TSI,Tugas Softskill — novia @ 3:18 pm

UU NO 19 TENTANG HAK CIPTA

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Berikut ini penjelasan mengenai UU NO 19 secara gari besar :

 Ketentuan Umum (BAB I)

Pasal 1

Dalam undang-undang ini yang dimasud dengan hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada undang-undang ini juga dijelaskan mengenai pencipta (sesorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya menghasilkan ciptaan), ciptaan ( hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya), pemegang hak cipta (pencipta sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta), pengumuman akan hak cipta tersebut melalui berbagai media, serta dibahas juga mengenai perbanyakkan yaitu penambahan jumlah suatu ciptaan & hak terkait yaitu hak yang berkaitan dengan hak cipta adalah hak untuk memperbanyak atau menyiarkan karya siarnya.

Pada undang-undang ini juga dibahas mengenai program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi- fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi- instruksi tersebut.

Hak cipta yang dijelaskan pada pasal ini tidak hanya untuk pencipta yang meciptakan sebuah inovasi, pelaku di dunia seni juga medapat perhatian dari pemerintah makanya pada pasal ini terdapat aturan yang mengatur mereka. Tidak hanya pelaku di dunia saja, produsen rekaman suara, lembaga penyiaran, kuasa, menteri, dan direktorat jenderal juga diatur dalam ketentuan undang-undang ini.

Untuk memperoleh hak cipta, seorang pencipta harus membuat permohonan pendaftaran ciptaan yang diajukan ke Direktorat Jenderal. Selanjutnya pencipta akan mendapat lisensi yaitu izin yang diberikan oleh pemegang hak cipta untuk mengumumkan/memperbanyak ciptaannya. (more…)

 

Peraturan Dan Regulasi (1) 1 Mei 2012

I.  Definisi Peraturan dan Regulasi

Peraturan adalah sesuatu yang disepakati dan mengikat sekelompok orang/ lembaga dalam rangka mencapai suatu tujuan dalam hidup bersama.

Regulasi adalah “mengendalikan perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan.” Regulasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, misalnya: pembatasan hukum diumumkan oleh otoritas pemerintah, regulasi pengaturan diri oleh suatu industri seperti melalui asosiasi perdagangan, Regulasi sosial (misalnya norma), co-regulasi dan pasar. Seseorang dapat, mempertimbangkan regulasi dalam tindakan perilaku misalnya menjatuhkan sanksi (seperti denda).

II.  Perbandingan Cyberlaw

Cyber Law merupakan seperangkat aturan yang dibuat oleh suatu negara tertentu, dan peraturan yang dibuat itu hanya berlaku kepada masyarakat negara tersebut. Jadi,setiap negara mempunyai cyberlaw tersendiri.
 
Berikut ini penjelasan beberapa cyberlaw yang ada di beberapa negara lain, yaitu :
 

Kriteria Manajer Proyek(Project Manager) Yang Baik 15 April 2012

Filed under: PPSI — novia @ 2:21 pm

Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang bertindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM  sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.

Untuk menjadi seorang PM yang baik diperlukan beberapa kriteria khusus agar proyek berhasil dengan baik. Kriteria tersebut dilihat dari berapa sisi diantaranya :

  • Karakter dari Kepribadinya
  • Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

(more…)

 

COCOMO 8 April 2012

Filed under: PPSI — novia @ 3:00 pm

Sejarah COCOMO

Pada tahun 1981, Barry Boehm mendesain COCOMO untuk memberikan estimasi/perkiraan jumlah person-months untuk mengembangkan suatu produk

perangkat lunak. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81. Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan manajer proyek suatu proyek perangkat lunak, dan berdasar pada pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya.

 

Secara umum, referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada model original COCOMO yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II.

COCOMO II adalah suatu usaha untuk memperbarui model estimasi biaya perangkat lunak COCOMO yang dipublikasikan dalam Software Engineering Economics oleh Dr. Barry Boehm pada tahun 1981.

 

Usaha penelitian COCOMO dilakukan oleh Direktur Pusat Rekayasa Perangkat Lunak di University Of Southern California, Dr. Barry Boehm dan beberapa peneliti lainnya.

 

Definisi COCOMO

COCOMO, kependekatan dari COnstructive COst Model (Model Biaya Konstruktif) adalah lgoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm . Model ini menggunakan dasar regresi formula, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.

COCOMO merupakan model terbuka sehingga semua detail dapat dipublikasi, termasuk :

  • Dasar persamaan perkiraan biaya
  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model
  • Setiap definisi
  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

Model COCOMO ditetapkan untuk tiga kelas proyek PL :

1.     mode organik – proyek PL yang sederhana dan relatif kecil di mana tim kecil dengan pengalaman aplikasi yang baik.

2.     mode semi-detached – proyek PL menengah 9dalam ukuran dan kompleksitas) di mana tim dengan pengalaman pada tingkat tingkat yang berbeda-beda harus memenuhi bauran yang kurang kuat dari syarat yang ketat (misalnya sistem pemrosesan transaksi dengan syarat tertentu untuk PK terminal dan PL database)

3.     mode embedded – proyek PL yang harus dikembangkan ke dalam serangkaian PK, Pl dan batasan operasional yang ketat (seperti PL  kontrol penerbangan untuk pesawat udara).

 

Macam-macam Bentuk COCOMO

1.    Model COCOMO Dasar

Menghitung usaha pengembangan PL (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran prgram yang diekspresikan dalam baris kode yang diestimasi.

 

Tabel1. Model COCOMO Dasar

 

Persamaan COCOMO dasar berbentuk :

            E = abKLOCbb

            D = cbEdb

Dimana       E adalah usaha yang diaplikasikan dalam person-month,

                     D adalah waktu pengembangan dalam bulan kronologis

                     KLOC adalah jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek tsb.

                     Koefisien ab dan cb  dan eksponen bb dan db ada pada tabel1

 

2.    Model COCOMO Intermediate

Menghitung usaha pengembangan PL sebagai fungsi ukuran program dan serangkaian “pengendali biaya” yang menyangkut penilaian yang subyektif terhadap produk, perangkat keras personil, dan atribut proyek.

 

Tabel2. Model COCOMO Intermediate

 

 

Model COCOMO menengah berbentuk :

E = aiKLOCbi x EAF

Dimana                  E adalah usaha yang diaplikasikan dalam person-month,

KLOC adalah jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek tsb.

Koefisien ai dan eksponen bi ada pada Tabel2.

 

3.    Model COCOMO Advanced

Menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL.

 

 

Sumber:

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=definisi+cocomo&source=web&cd=19&ved=0CEwQFjAIOAo&url=http%3A%2F%2Fjournal.mercubuana.ac.id%2Fdata%2FBAB%25205.doc&ei=LYiBT8nNDtHLrQfS9OnZBQ&usg=AFQjCNFxQHxtfMXWEsvkUkz1_Ud7QUlywg&cad=rja

http://arizkaseptiani.wordpress.com/2011/04/13/cocomo-apa-sih/

http://eprints.undip.ac.id/25494/1/ML2F002543.pdf

 

 

Software Open Source 1 April 2012

Filed under: PPSI — novia @ 4:17 pm

Kenapa anda dianjurkan menggunakan software open source dalam membuat aplikasi ?

Sejarah Open Source Software

Kata “open source” pertama kali muncul pada sebuah rapat di Palo Alto California. Ketika itu, Netscape yang merupakan pengembang browser Navigator ingin melepaskan kode sumber dari produk dengan nama Mozilla di bulan Januari 1998. Mereka ingin membedakan diri dan menghindari konfrontasi ideologis maupun konotatif dengan istilah Free Software yang dipelopori oleh Richard Stallman. Para penggagas istilah open source adalah : Christine Peterson, Todd Anderson, Larry Augustin, Jon Hall, Sam Ockman, and Eric S. Raymond.

Istilah “open source” ini kemudian menjadi terkenal setelah dipublikasikan oleh tim O’Reilly melalui sebuah event yang diadakan di bulan April 1999. Event ini dihadiri oleh para selebritis IT yang terlibat dalam project-project free open source, seperti Linus Torvallds (penemu Linux), Larry Wall, Brian Behlendorf, Eric, Allman, Guido van Rossum (pembuat python), Michael Tieman, Paul Vixie, Jamie Zawinski dari Netscape, dan Eric Raymond.

Untuk menjaga perkembangan dunia open source, dibentuklah sebuah badan yang disebut Open Source Initiative. Badan ini didirikan tahu 1998 oleh Eric S. Raymond dan Bruce Perens.

 

Definisi Open Source Software

Open source software adalah software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kesalahan atau kekurangan pada software tersebut. Pada umumnya orang mendapatkan software ini dari internet. Konsep open source software adalah membuka source code dari sebuah software.

 

Keuntungan Open Source Software

1. Legal
Dengan adanya open source software, dapat mengurangi tingkat pembajakkan yang ada di indonesia.

2. Penyelamatan Devisa negara
Dengan menggunakan solusi berbasis Open Source, maka dapat dilakukan penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.

3. Keamanan Negara / Perusahaan
Software Open Source bebas dari bahaya ledakan yang disebabkan oleh software komputer proprietary / tertutup, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.

4. Keamanan Sistem
Pada software proprietary / tertutup, sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan keamanannya, karena kita tidak dapat mengetahui apa yang ada di dalamnya. Selain itu, sangat sulit untuk mendapatkan solusinya.
Tiga hal yang sering dijadikan alasan bahwa open source software lebih aman adalah :

  • Ketersediaan kode sumber
  • Lebih fokus kepada keamanan daripada keindahan
  • Roots : sebagian besar sistem FOSS berbasis multi user dan UNIX yng siap untuk jaringan.

5. Ketersediaan/kestabilan
Open source software sangat dikenal dengan kestabilan dan ketersediannya(tidak mudah hang atau minta restart).

6. Standar terbuka dn tidak bergantung pada vendor
Standar terbuka memberikan fleksibilitas dan kebebasan pada pengguna, baik individu,perusahaan, pemerintahan. Pengguna dapat berganti paket software, berganti platform, atau vendor yang berbeda, tanpa menimbulkan masalah. Kelebihan open source software adalah hampir selalu menggunakan standar terbuka karena:

  • Ketersediaan kode sumber
  • Sesuai dengan standar yang aktif

7. Mengurangi ketergantungan impor
biaya dalam model open source yang lebih berorientasi jasa ini normalnya hanya dikeluarkan untuk bisnis dalam negeri, tidak harus menggunakan perusahaan multinasional. Ini berdampak positif terhadap masalah tenaga kerja, investasi dalam negeri, pemasukan dari pajak, dan lain-lain.

8. Pengembangan perangkat lunak lokal
Ada korelasi positif antara pertumbuhan pengembang FOSS dengan kemampuan inovasi dalam sistem ekonomi.

9. Pembajakan. HAKI, dan WTO
Pembajakan software dan lemahnya hukum dapat merugikan suatu negara dalam banyak hal. Sebuah negara yang perlindungannya terhadap HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) rendah menjadi tidak menarik bagi investor asing. Keanggotaan dalam organisasi perdagangan dunia atau WTO (World Trade Organization) dan manfaat yang didapatkan dari keanggotaan itu juga ditentukan oleh tingkat penghargaan suatu negara terhadap HaKI.
Akhirnya, budaya pembajakan software merugikan pengembang software lokal, di samping rendahnya insentif bagi pengembang software lokal untuk menghasilkan produk lokal.

10. Bahasa dan budaya lokal
“Lokalisasi di bidang software menghasilkan penguasaan suatu produk dan membuatnya sesuai dengan bahasa dan budaya target pasar lokal yang dijadikan sasaran pengguna software.” (Sumber: Localization Industry Standards Association).

 

Kerugian Open Source Software
a. Tidak ada garansi dari pengembangan
Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.

b. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.

c. Kesulitan dalam mengetahui status project.
Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

d. Support berbayar dan langka
Jika terdapat masalah pada software, misalnya ditemukan hole atau bug yang tidak anda pahami, maka langkah yang ditempuh adalah mencari penyelesaian masalah di forum-forum. Jika tidak diperoleh solusi, maka harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar Open Source tersebut.

e. Versi Beta, Stabil dan Tidak Stabil
Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software Open Source. Bayangkan seandainya versi software yang unstable telah terinstal di server, lalu terjadi hal yang tidak diinginkan, dan patch-nya harus menunggu orang yang sukarela memperbaiki masalah yang terjadi.

 

 

Sumber :
http://www.diptara.com/2010/04/pengertian-dan-sejarah-software-open.html
http://diazhandsome.wordpress.com/2008/12/16/apa-itu-open-source/
http://mugos.ums.ac.id/pub/artikel/Foss/FOSS%2520%28uli%29.pdf
http://deluthus.blogspot.com/2011/03/keuntungan-kekurangan-open-source.html
http://dwiyuliani-dwiyuliani.blogspot.com/2011/03/keuntungan-dan-kerugian-open-source.html

 

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.